Kamis, 19 April 2018

Pesan untuk Anggun

Hai, Nggun. Salam kenal, beberapa menit yang lalu aku telah menyelsaikan baca kisahmu (Novel Kafe Serabi)

Jujur, aku iri padamu. Sikapmu yang anggun sesuai namamu membuat orang-orang betah saat bersamamu. Belum lagi, kamu punya kedua sahabat yang setia.

Kekurangan fisikmu tertutup oleh kebaikan-kebaikan yang kau punya.

Aku belajar banyak darimu. Salah satunya, saat menghadapi orang yang membenci kita. Kau tunjukan sikap yang mungkin orang jarang bisa melakukannya. Hingga orang tersebut menjadi baik kepadamu.

Ijinkan aku berkata jujur sekali lagi ya.

"Terkadang dibutuhkan keegoisan dalam menjalin hubungan"

Seburuk apapun masa lalu, ia akan hilang jika seseorang mau berusaha berubah. Kenapa kau tak sudi mendampingi orang yang ingin berubah lebih baik? malah kau meninggalkannya begitu saja.
:(

Walaupun pilihanmu menunjukan ke jalan menuju cinta sejatimu. Ya, akhirnya kamu menemukan sosok pria yang berani hingga menghalalkanmu. Apa kamu tetap Ndut? Hihihi. Diet dong, biar kecantikanmu bertambah.

Mungkin itu saja pesan untukmu, Nggun :)

*onedayonepost

#RCO

Jumat, 13 April 2018

Menengok Blog Kak Raisha

Kali ini aku berkesempatan untuk menengok nama blog "DUNIARAISHA"
Sesuai namanya Raisha  ( https://duniaraisha.wordpress.com)

Aku sudah suka saat pertama kalinya melihat tampilan utama. Warna dan tema yang dipilih sederhana. Ditambah jargon blognya "Menikmati Sebuah Proses" Artinya pemilik blog ini mengajak pembaca untuk selalu bersyukur.

Diksi yang dipakai pun tak kalah memanggil hatiku. Cantik, mewah dan ah susah menjelaskan. Setiap tulisan terdapat sebuah foto. Hal ini akan menambah pembaca betah, termasuk saya.

Untuk lebih berwarna, mungkin Kak Raisha bisa juga menulis kegiatan sehari-hari lalu ditutup dengan hikmah. Supaya pembaca tidak hanya menikmati diksi yang tidak sederhana tapi hikmah yang akan membuat pembaca berhenti sejenak dalam riuhnya alam fana ini (Duh, nulisnya bertele-tele banget nih Mbak Nur, bilang aja merenung. Kan simpel. Hihi)

Terima kasih Kak Raisha sudah menjamu saya dengan tulisan yang keren. Mohon maaf lancang memberi masukan. Semoga berkenan dan salam kenal ya:)

#RCO #tugasbonus #onedayonepost

Minggu, 08 April 2018

Review Nostalgia Biru

Judul Buku: Nostalgia Biru
Penulis:  Heru Dkk
Penerbit: Embrio Publisher
Jumlah Halaman: 176
ISBN: 978-602-51180-5-0

Sebelum buku ini terbit, saya sudah menebak, isinya pasti keren. Pasalnya tulisan di blog para penulis sudah memuaskan saya. Apalagi di buku?! Wah pasti lebih keren, batinku.

Reuni? satu kata, tapi berjuta rasa. Tulisan dalam buku ini mewakili. Terkadang saya mau menangis, takut, gemes, senyum manis hingga termenung. Manggut-manggut mengabsen sebuah makna setiap kalimat.

Buku ini dibuka dengan kisah Sundari dan Tedjo. Dua tokoh yang hidup di zaman dulu. Zaman di mana Negeri kita belum merdeka. Ada darah dan luka demi cinta.

Tokoh Minah dalam cerpen Setelah Reuni, seorang perempuan ndeso mengalami kisah menakjubkan saat reuni. Membuat pembaca speechless dengan keluguannya. Ia mendapatkan kekuatan cinta lebih setelah reuni. Penulis berhasil menggambarkan keromantisan Minah dan suaminya. Geli. Hihihi

Satu lagi! Adalah tulisan dari Mbak Winda, berhasil memanjakan mataku. Tempat cerita di sebuah kendaraan umum. Tokoh-tokoh dalam cerita, ia gambarkan sangat jelas. Ah, rasanya, aku ikut duduk di kendaraan tersebut. Menyimak obrolan mereka. Melihat gerakan mereka. Lalu, aku melongo dengan ending ceritanya. Kereen, Mblo!

Masih banyak kisah lainnya dalam buku ini.  Kisah yang akan memberimu jutaan rasa dan makna.

Selamat memburu buku:)
Selamat membaca:)

*onedayonepost

Senin, 02 April 2018

Akhirnya Aku Ikut RCO

https://nurmusabikah.blogspot.co.id/2017/09/rco.html?m=1

Tulisan ini adalah kenangan. Tentang impian bersama teman-teman. Tapi pupus ditengah jalan. Sekarang kurajut kembali, bukan sekedar angan.

Sudah selesai baca linknya? Hehe
Ya, aku nggak lulus RCO pertama, karena suatu hari, jumlah halaman yang kubaca kurang. Dengan berat hati, aku pun diremove.

Aku sengaja ikut RCO 3. Supaya aku disiplin baca buku setiap hari.

Di kos hanya ada sedikit buku. Ada buku baru, tapi sudah aku baca. Ada buku lama, sudah dibaca juga. Ah, itu hanya alesan, bisikan dari si setan. Heuheu.

Kan ada ebook di hp toh? aku bisa saja baca di mana dan kapan saja. Mataku kalau lama-lama lihat ponsel, cepet capek, terkadang berair macam motong bawang.

Eh, bukannya aku sedang fokus garap naskah? Buku-buku yang dibaca harus berkaitan dengan referensi naskah dong? Sudah sudah ga usah ikut RCO! Susah bagi waktu!
Suara setan semakin ramai, datang pergi ke pikiranku.

Aku buru-buru mengusirnya.

Woy...! Jangan ajak aku jadi pemalas:')

**

Membaca adalah jodohnya menulis. Membaca adalah pintunya menulis.

Bagaimana bisa menulis, jika pintunya pun tak dilewati?
Yuk, Membaca :)

#onedayonepost
#rcotiga

THEME BY RUMAH ES