Selasa, 22 Mei 2018

Takjil dan Sabar

Nikmat yang agung ketika hari pertana puasa tiba, saya giliran shift pagi. Selain bisa tarawih, juga bisa bukber di kos. Konon, menurut karyawan lama saat buka puasa di pabrik, ngantrinya panjang. Iya lah, bayangkan ribuan karyawan tumplek dalam satu tempat. Biasanya jadwal makan selain bulan puasa, dibagi. Ngantri, tapi ga panjang.

Nah siang itu, sepulang kerja  saya dan teman satu kamar, langsung tepar. Kecapekan. Karena ga pasang alarm, pukul setengah lima  kami baru bangun. Sontak kami kelimpungan. Belum salat, belum belanja sayuran.

Setelah salat dan mandi, akhirnya kami memutuskan untuk beli lauk yang sudah masak, tak perlu repot. padahal kami tipe orang yang suka masak, apalagi numis sayuran.

Meluncurlah kami ke tempat beli penyegar. Es? Ya. 

"Kenapa sih beli es kelapa muda di sana? kan di sini dekat. "
saya request kepada teman.

"Di sana pakai air kelapa asli, " jawabnya meyakinkan.

Sebelum ke tempat, kami memesan ayam bakar dan goreng, nanti sekembalinya, tinggal ambil saja.

Ibu pelayan pun mengangguk, mengiyakan. Menanggap apa yang kami utarakan.

Kurang lebih sepuluh menit, kami jalan kaki. Setibanya, antrian pun lumayan panjang. Saya bertemu teman lama, teman satu angkatan pas training kerja. Kami ngobrol. Tapi ga lama, pesenan kami datang.

Angin sore dan semburat senja memanjakan kami. Membuat kami menikmati perjalanan tanpa kendaraan. Sesekali kami menengok, khawatir, karena banyak kendaraan roda dua berseliweran cepat di pinggir jalan.

Gerobak penjaja makanan di jalan, samar tak terlihat karena sekerumunan orang menutupi. Apalagi macam es buah, jus dan semacamnya.

Tak terasa kami sampai di sekerumunan  gerobak hijau bertuliskan "Sedia ayam dan ikan bakar" Kami pun langsung meminta pesanan sama ibu berkerudung biru itu. Jawabannya membuat kami tercengang.

"Maaf ya, saya lupa tadi siapa yang pesan. Jadi bungkusan punya kalian, saya kasih ke orang lain."

Deg! Yaampuuuun.

Ibu pelayan masih saja sibuk melayani orang-orang yang baru saya lihat. Ya mereka datang setelah keprgianku, beli es kelapa.
Entah kapan ia akan melayani pesanan kami.

"Ya sudah, Bu, kami pulang ke kos dulu. Salat dulu, nanti  kami kembali, jangan lupa tiga bungkus ya, Bu."

saya mengingatkan ulang, sebelum saya benar-benar pergi, memunggung gerobak dan orang-orang di sana.

Jujur, saya kesal banget. Hihi. Apalagi berbuka itu harus ditakjilkan, dipercepat, disegerakan, tidak ditunda. Kami pun segera pulang ke kos. Membatalkan puasa kami dengan seteguk air putih, lalu menyantap segarnya kelapa muda. Walaupun jengkel, saya berusaha sabar (ciee), tidak marah pada ibu pelayan. Bukannya hakikat ramadan itu menahan hawa nafsu?
.
Kota Mangga, di siang tanpa terik matahari.

*onedayonepost

2 komentar:

zachariasjacobina mengatakan...

Edge Titanium - Classic Tools and Tools - TITanium-Arts
Edge Titanium titanium fishing pliers - Classic Tools and Tools titanium trim reviews - titanium flashlight TITanium-Arts. The Edge ford ecosport titanium Titanium allows you to create camillus titanium knife the exact replica of one of the most popular tools for shaving and $79.99

mctoulle mengatakan...

x387k1fpjjp132 louis vuitton outlet,louis vuitton outlet,louis vuitton outlet,louis vuitton outlet,louis vuitton outlet,louis vuitton outlet g518i2gvfua318

THEME BY RUMAH ES